MEDAN-Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Godfried Efendi Lubis, melai keberadaan baliho, reklame, billboard telah timpang tindih, sehinggga sangat mengganggu keindahan kota.
"Kita menilai penataan reklame di Medan tidak beraturan, tumpang tindih, sehinggga terlihat cukup amburadol,"ujar Godfried kepada wartawan Jumat (20/11) di degung dewan, tenta pemasangan papan-papan reklame di kota Medan.
Tidak hanya itu, anggota dewan dari Fraksi Medan Bersatu ini juga menilai banyak reklame baik dalam bentuk baliho, billboard dan sejenisnya yang tidak mencantumkan masa berlakunya, apa nama perusahaanya. dimana alamatnya tidak jelas.
"Untuk itu kita tidak kepada pihak perusahaan advertising agar mencantumkan masa berlaku pada setiap pemasangan papan-papan reklame di Kota Medan, sehingga masyarakat tahu dan bisa mengontrolnya, jangan ada yang disembunyikan, "papar Godfried.
Sebab menyangkut izin tentu sangat berhubungan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sebab pendapatan yang diperoleh dari sektor reklame di kota Medan cukup minim,dinama untuk tahun 2008, perolehan PAD dari sektor reklame cuma Rp 21 miliar.
Pendapatan ini cukup minim dibanding banyaknya pemasangan papan-papan rekleme di Kota Medan, harus Medan yang katanya akan menuju kota Metropolitan ini bisa memperaoleh PAD sekitar Rp 40 milihat dari sektor reklame.
"Harusnya Medan yang sudah berubah menjadi hutan reklame ini bisa mempereh PAD sebesar Rp 45 milar setahun, bukannya Rp 21 miliar per tahun seperti yang diperoleh pada tahun 2008 tersebut, ungkapnya.
Ditempat terpisah anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Keadian Sejehtara (PKS) Salman Alfarisi menegaskan, pemasangan baliho, reklame, billboard dan sejenisnya harus melihat keindahan kota,.
Sebab banyak kebaradaaan baliho ini yang justeru hanya mengotori kota Medan, sehingga Medan ini bagaikan hutan reklame, sehingga merusak keindahan."Kita minta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam hal ini Dianas Pertamanan Kota Medan untuk menertibkan baliho, reklame, billboard yang tidak sesuai dengan estitika kota Medan,"kataanya
Bukan itu saja, kata politisi dari Partai Keadilan Sejehtera (PKS) Medan ini, banyak pemasangan baliho di Medan yang justeru mengganggu, bahkan sampai menutupi tempat orang berjaualan,untuk itu dia meninta kepada pihak terkait untuk segera merapikannya
Senin, 23 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar