PIRNGADI MEDAN- Sepertinya kawasan Medan Timur sudah semakin tidak aman dan nyaman. Hal ini didasari dengan semakin nekatnya pelaku kejahatan menganiaya para korbannya, terlebih-lebih hal itu sering terjadi pada siang hari. Kemarin, Senin (6/7) sekira pukul 11.00 WIB, seorang wanita paruh baya kritis setelah dianiya seorang pemuda yang belum diketahui identitasnya.
Menurut ibu Tin,70 Warga Jalan Pelita IGV No. 61 Ke Warga Jalan Pelita IGV No. 61 Kecamatan Medan Perjuangan Kejadian ini bermula saat korban sedang berjualan di warungnya, Siang itu, korban kedatangan seorang pemuda yang hendak membeli rokok diwarungnya.
Setelah pelaku memberikan rokok kepada pemuda tersebut, wanita paruh baya tersebut langsung dihajar berkali-kali hingga berlumuran darah segar di bagian kepalanya. Belum diketahui secara pasti modus penganiayaan tersebut, namun hal tersebut diduga karena didasari perampokan.
Menurut keterangan dari anak korban, Mimi 49, kejadian itu terjadi saat dirinya baru saja pulang dari Pasar Pagi menuju rumahnya. Alangkah terkejutnya ia ketika dilihatnya ibunda tercinta terjatuh berlumuran darah.
“Saya langsung ngomong sama mamak saya, mamak kenapa? Mamak jatuh?, lalu mamaknya saya ngomong bahwasannya dia dipukul seorang pemuda yang hendak membeli rokok, ”ungkapnya saat ditemui di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr Pirngadi Medan.
Melihat orangtuanya berlumuran darah, Mimi langsung meminta tolong kepada warga sekitar, namun tidak ada yang mau menolong mereka. “Selang 30 menit saya langsung membawa mamak saya naik angkot ke RSUD Dr Pirngadi Medan. Menurut mamak saya, pelaku memakai baju berwarna abu-abu dan lari lewat pintu samping rumah kami, ”jelasnya.
Belum diketahui secara pasti jumlah total kerugian yang dialami korban. “Saya belum tahu apa yang hilang dan belum saya cek, namun saya berfikir untuk cepat-cepat menolong mamak saya,” ungkapnya lagi.
Sementara itu, Kanit Jahtanras Poltabes Medan, AKP Faidir Chan, SH saat ditemui wartawan di ruang informasi RSUD Dr Pirngadi Medan mengatakan, tidak benar ada perampokan dan tidak ada barang-barang korban yang hilang. Selain itu, dilokasi kejadian juga tidak ditemukan barang bukti berupa senjata milik pelaku, “tegas Faidir.
Selain itu, ketika ditanyakan mengenai kenekatan pelaku yang menganiaya korban, Faidir menegaskan, “kemungkinan POlisi saat ini sedang sibuk melakukan pengamanan Pilpres jadi tidak sampai terpantau”, “jelasnya.
Diduga kuat pelaku memang berniat mau merampok, namun tidak sempat karena keburu ketahuan anak korban, Mimi yang baru saja pulang berbelanja dari pasar.(GM)
Senin, 23 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar