
Pelayanan Dinas Kesehatan Medan terhadap masyarakat miskin kembali mendapat sorotan. Terbukti, dalam melayani peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Medan Sehat (JPKMS), dinas ini tidak sungguh-sungguh, bahkan terkesan arogan dan menuduh warga menipu.
Kearoganan Dinkes Medan terlihat saat melayani pasien JPKMS Medan Helly Siahaan seorang tukang becak warga Kecamatan Medan Johor yang ditemani istri Margaretha. Kepada wartawan, Margaretha menuturkan tujuannya ke Dinkes Medan untuk mempertanyakan masalah kepesertaan JPKMS yang akan dipergunakan dalam menjalani perawatan suaminya yang beberapa bulan lalu dibacok orang tak dikenal dibagian kepala.
Akibatnya, suaminya butuh perawatan intensif khususnya pemasangan batok kepala. Sedangkan kedatangan mereka ke Dinkes atas anjuran anggota DPRD Medan Khairuddin Salim, karena ada permasalahan kartu JPKMS akibat tidak didata Kepala Lingkungan setempat.
"Kami diberikan surat pengantar untuk mengurus kepesertaan JPKMS, namun tidak ditanggapi, bahkan mereka tidak percaya dan menuduh surat itu dibuat-buat dan membandingkan kami dengan ajudan Walikota Medan yang tengah mengurus JPKMS keluarganya," tutur Margaretha kepada wartawan, Kamis (24/03/2011) di halaman Kantor Dinkes Medan.
Menanggapi ini, Sekretaris Komisi B DPRD Medan Khairuddin salim menyesalkan peristiwa tersebut, khususnya tudingan staf Dinkes yang menyebut surat DPRD Medan dibuat-buat. Dikatakannya, warga bersangkutan memang telah meminta bantuan dewan untuk mengurus JPKMS, karena warga merasa dipersulit. "Sebagai warga Medan wajar mereka meminta bantuan ke wakilnya di pemerintahan, dan surat itu dilengkapi kop surat DPRD Medan ke Dinkes agar warga ini dibantu, kok malah dituduh menipu dan menyebut-nyebut ajudan Walikota Medan. Itu hanya alasan mereka untuk tidak melayani warga miskin," sebutnya saat meninjau langsung di Dinkes Medan.
Menurutnya, pihak Komisi B telah banyak terima pengaduan terkait pelayanan Dinkes Medan kepada warga miskin. Hal ini mencerminkan ketidakberesan pelayanan dinas tersebut. Untuk itu, lanjutnya, ini harus menjadi pertimbangan Walikota Medan terhadap kinerja Kadinkes Medan dan jajarannya.
"Saya tegaskan, Walikota Medan harus mengevaluasi, kalu perlu memecat Kadinkes Medan termasuk petugas Kepling setempat yang tidak becus mendata peserta JPKMS. Bila tidak, permasalahan serupa akan terus terjadi. Ini menyangkut pelayanan ke warga miskin yang dulu memilih beliau," tegasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar