Senin, 27 September 2010

Penangkapan Ghazali Saat Shalat Maghrib Tindakan Biadab

Medan-Terkait kasus Khairul Ghazali yang disergap di saat tengah melaksanakan shalat maghrib merupakan tindakan biadab. Demikian dikatakan Hendra Gunawan Direktur Executif LSM YLPPMM (Yayasan Lembaga Penelitian Pengembangan Masyarakat Madani)Minggu (26/9) di Medan.

Dianya mengutuk tindakan Densus 88 yang melakukan penangkapan dan penembakan di saat umat sedang menjalankan ibadah karena ini bertentangan dengan hak kebebasan beragama dan beribadah sebagaimana yang diatur dalam norma internasional Hak Asasi Manusia serta pasal 28 ayat 2 dan pasal 29 UUD 1945.

Dijelaskannya, peristiwa penangkapan dan penembakan saat itu Ghazali sedang shalat berjamaah. Mereka terkejut karena langsung diberondong senjata. Dua dari tiga jamaah langsung tewas di tempat akibat tertembak. Sedangkan seorang lagi berhasil melompat dari dapur dan kabur melarikan diri. Sedangkan Ghazali tetap melanjutkan shalatnya. Namun tim Densus 88 langsung menyeret dan membawanya pergi dengan sangat tidak manusiawi. Padahal dalam penyergapan itu sama sekali tidak ada perlawanan.

"Densus 88 tidak memahami budaya dan peradaban di Indonesia sehingga akal pikiran kemanusiaannya sudah hilang. Penembakan dan penangkapan saat menjalankan ibadah itu merupakan perbuatan biadab"katanya

Pemerintahan SBY dinilai gagal memberikan perlindungan kebebasan beragama dan beribadah, negara justru terkesan melakukan pembiaran dan diskriminatif kepada masyarakat sipil (madani). Pemerintah harus menjaga persatuan antar umat beragama di Indonesia, hal itu lebih penting dari pada mengedepankan kepentingan pihak asing dan selalu menuding Indonesia merupakan ladang teroris.

Lebih lanjut Wakil Ketua Konsorsium IX LSM se-Sumatera Utara ini mengatakan, seharusnya aparat keamanan dalam menegakkan kedisiplinan dan kepatutan untuk melakukan penembakan terhadap jiwa manusia harus mengacu kepada peraturan dan perundang-undangan yang ada. Negara kita bukan negara Barbar, jangan main asal memberondong saja. Terlebih lagi umat Islam sedang menjalankan ibadah sholat maghrib berjamaah. "Hal ini tidak dapat ditolerir dan dapat membangkitkan kemarahan secara menyuluruh umat Islam yang berada di Indonesia".Kata Hendra

Tidak ada komentar:

 

Template by NdyTeeN Redesign Mung Bisnis