Minggu, 10 April 2011

Saat Pasien Meninggal Dokter Pirngadi Melarikan Diri



Medan-Pasien jamkesmas yang ditelantarkan rumah sakit Pirngadi Medan bernama Siti Hainah (80) akhirnya meninggal dunia pada hari Rabu (6/4) yang lalu tepat pukul 22.45 Wib. Ketika diketahui pasien bed 2 ruangan Asoka 2 itu telah meninggal dunia perawat dan doktor rumah sakit Pirngadi Medan melarikan diri. Demikian disampaikan Animar keluarga korban. Kamis (7/4) kepada wartawan di kediaman duka Jl. Danau Singkarak No. 5 b Helvetia Medan.

Sebagaimana yang telah diberitakan madani online beberapa waktu yang lalu, tentang Jamkesmas tidak berlaku pasien kritis di rumah sakit Pirngadi. Terbukti pasien bernama Siti Hainah meninggal dunia akibat kelalaian pihak rumah Sakit Pirngadi. ungkap Animar.

"Sebelum pasien menghembuskan napas orang tua kami yang terkahir, kami telah memberitahukan kondisi pasien yang sangat kritis atau tidak sadarkan diri, namun sejak pukul 12.00 sampai 20.00 wib pasien tidak juga dimasukan ke ruangan ICU. Rumah Sakit Pirngadi telah menelantarkan orang tua kami"katanya

Hasil pantauan madani online, alasan dari rumah sakit tidak memasukan pasien keruangan ICU dikarenakan pasien tidak memenuhi syarat medis, sementara menurut keluarga pasien meneyebutkan telah memenuhi syarat seperti dengan tidak sadarnya pasien selama 8 jam dan susah bernafas. jelas Animar

Ditambahkannya, dari awal kami telah mengetahui adanya indikasi pihak rumah sakit Pirngadi Medan menelantarkan pasien dikarenakan persyaratan administrasi tidak lengkap. seperti yang telah diberitakan sebelumnya, seharusnya tidak ada alasan lagi pihak rumah sakit untuk menghalangi agar pasien dirawat diruangan ICU karena sebelum jatuh tempo perjanjian yang ditandatangani keluarga pasien, persayatan tersebut telah dilengkapi. Terkesan alasan medis yang disampaikan pihak doktor pirngadi bahwa pasien tidak dapat masuk ruangan ICU itu terlalu mengada-ada, karena hasil analisis darah baru dilaksanakan sesudah 5 (lima) hari pasien dirawat baru diperiksa darahnya.

Disamping itu kata Animar, alasan lain dari pihak Doktor jaga Anestesi sengaja mengulur-ulur waktu agar pasien tidak dimasukan keruangan ICU. Hal itu diketahui ketika salah seorang keluarga korban mendatangi doktor ruangan Asoka 2 menerangkan bahwa yang merekomendasikan bisa atau tidak masuknya pasien keruangan ICU berdasarkan laporan dari doktor Anestesi, berhubung doktor tersebut diketahui hanya satu orang yang jaga pada malam Rabu yang lalu dan saat ini sedang bekerja di ruangan operasi. Jadi pasien dimintakan menunggu hingga berjam-jam.

Setelah beberapa jam pasien menunggu doktor anestesi, akirnya doktor tersebut datang melakukan pemeriksaan, hasilnya tetap tidak dapat masuk ruangan karena tidak memenuhi syarat medis. Akan tetapi berselang 2 (dua) jam lebih kondisi pasien tidak dapat tertolong lagi dan diketahui pasien telah meninggal dunia dokter-dokter jaga dan perawat ruangan Asoka itu pun langsung melarikan diri.

Oleh karena itu pihak keluarga korban akan melaporkan hal ini kepada instansi dan lembaga pemerintah terkait mengenai kesengajaan dan kelalaian pihak rumah sakit sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa manusia.tegas Animar SH.

Tidak ada komentar:

 

Template by NdyTeeN Redesign Mung Bisnis